Video Viral Pengibaran Bendera Hitam Di Poso

Video Viral Pengibaran Bendera Hitam Di Poso

Video Viral Pengibaran Bendera Hitam Di Poso – Pengibaran bendera hitam di halaman DPRD Kabupaten Poso mewarnai aksi bela bendera tauhid. Sebelum mengibarkan bendera hitam yang bertuliskan kalimat tauhid tersebut, warga menurunkan bendera nasional merah putih. Ketika kegiatan orasi di kantor DPRD Poso, salah seorang dari warga menurunkan bendera merah putih dan mengganti bendera hitam tanpa sepengetahuan petugas yang melakukan keamanan. Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Karo Penmas Polri Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Diketahui peristiwa dalam video yang kini menjadi viral tersebut terjadi pada hari Jum’at, 26 Oktober 2018. Para warga memulai aksinya tersebut pada sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelumnya warga berkumpul di Masjid Baiturrahman dan berakhir di kantor DPRD Kabupaten Solo. Dedi juga menerangkan bahwa pengibaran bendera hitam tersebut juga terjadi di Lapangan Sintuwu Maroso. Namun dilokasi tersebut tidak ada bendera merah putih yang berkibar di tiang bendera.

Video Viral Pengibaran Bendera Hitam Di Poso

Video Viral Pengibaran Bendera Hitam Di Poso

Viralnya video yang memperlihatkan pengibaran bendera yang bertuliskan tauhid tersebut mendapatkan tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemendagri menjelaskan bahwa domonstrasi di kantor DPRD memang merupakan salah satu hak warga. Karena DPRD memang merupakan tempat untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Namun Kemendagri menegaskan ada larangan untuk mengibarkan bendera organisasi terlarang. Larangan tersebut bukan hanya berlaku di kantor instansi saja, namun berlaku juga di tempat umum atau publik.

Selain itu juga, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto meminta kepada anggota Polda Sulawesi Tengah untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Arief juga menghimbau agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Arief juga menjelaskan perbuatan tersebut akan dikenakan pasal 24 juncto pasal 65 juncto pasal 66 UU No. 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan. Pelakunya juga akan terancam hukuman penjara 5 tahun.

Menurut Arief, mengganti bendera merah putih dengan bendera hitam tersebut merupakan penghinaan terhadap simbol negara. Perbuatan tersbut juga dinilai Arief telah menodai perjuangan para pahlawan yang telah membuat Indonesia merdeka. Arief menegaskan peristiwa tersebut harus diusut dengan serius karena menyangkut kewibawaan negara. Kapolda Sulteng Brigjen Ermi Widyatno menjelaskan bahwa pihaknya saat ini juga telah melakukan penyelidikan terkait pengibaran bendera hitam tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: