Tidak Semua Korban Lion Air JT 610 Bisa Ditemukan

Tidak Semua Korban Lion Air JT 610 Bisa Ditemukan

Tidak Semua Korban Lion Air JT 610 Bisa Ditemukan – Hingga sampai hari Selasa 30 Oktober 2018, 37 kantung sudah terkumpul yang berisi bagian jasad korban. Selain itu juga ditemukan 52 kartu identitas seperti KTP, Paspor dan yang lainnya. 37 kantung berisi bagian tubuh korban tersebut telah dikirim ke RS Polri Kramat Jati. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Operasi Basarnas, Nugroho Budi Wiryanto dalam jumpa pers yang dilakukan pada sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Arthur Tampi dan Kepala Basarnas Muhammad Syauki sebelumnya juga telah melakukan jumpa pers dan menginformasikan hal yang sama. Nugroho mengatakan bahwa potongan-potongan tubuh korban tersebut masih akan dilakukan identifikasi. Nugroho melanjutkan bahwa identifikasi yang dilakukan hari ini masih belum menghasilkan apapun. Hal tersebut dikarenakan ciri fisik yang ada, memiliki kesamaan dengan data antermortem atau ciri fisik pada korban.

Tidak Semua Korban Lion Air JT 610 Bisa Ditemukan

Tidak Semua Korban Lion Air JT 610 Bisa Ditemukan

Di dalam kantung tersebut juga tidak ada satupun jenazah yang masih utuh. Meskipun ada beberapa ciri yang ditemukan, namun pihaknya masih belum berani memutuskan. Arthur menyebut RS Polri juga telah mendapatkan 185 data antemortem dan 147 DNA. Oleh karena itulah, pihak RS Polri tetap akan berpegang pada DNA untuk melakukan identifikasi jenazah. Dan oleh karena itu juga mungkin akan ada korban yang tidak bisa untuk ditemukan.

Sementara itu, untuk jenazah yang diserahkan kepada pihak keluarga, Arthur mengimbau untuk tidak dilihat karena akan menimbulkan trauma. Arthur kembali memaparkan, proses identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air Jt-610 akan membutuhkan waktu empat sampai delapan hari. Bagi korban yang tidak teridentifikasi, pihak pengadilan akan memutuskan bahwa korban tersebut dinyatakan meninggal tanpa ditemukan jenazahnya.

Presiden Joko Widodo juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Posko Penanganan dan Pencarian korban di Tanjung Priok. Terlihat juga Menteri Perhubungan, Basuki Hadimuljo dan Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi yang mendampingi Presiden Joko Widodo. Presiden RI tersebut juga meninjau barang-barang dan serpihan benda yang berhasil ditemukan oleh tim Basarnas. Setelah itu, Presiden Jokowi langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan apapun.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengemukakan bahwa insiden kecelakaan kali ini cukup mengejutkan. Karena sebelumnya catatan kecelakaan pesawat di Indonesia sudah menurun drastis. Kecelakaan Lion Air kali ini juga merupakan kecelakaan pesawat terparah ke-2 sejak Garuda Indonesia Airbus A300 di Medan pada 1997 lalu. Pesawat Garuda tersebut memuat 234 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: