Seorang Ayah Rela Menjadi Kurir Sabu Demi Biaya Pernikahan Anaknya

Seorang Ayah Rela Menjadi Kurir Sabu Demi Biaya Pernikahan Anaknya

Seorang Ayah Rela Menjadi Kurir Sabu Demi Biaya Pernikahan Anaknya – Semua orang tua pasti akan rela melakukan apa saja demi anak kandungnya. Namun bagaimana pengorbanan ayahnya hingga menjadi kurir sabu. Seorang kakek yang berasal dari Aceh, Nazir Ben (64) kedapatan menjadi kurir sabu seberat 1 kilogram. Ben mengaku kepada pihak kepolisian bahwa ia nekat menjadi kurir sabu lantaran untuk modal pernikahan anaknya.

Sambil berlinang airmata, Ben menceritakan bahwa dirinya dibayar Rp 30 juta dan baru dibayar Rp 2 juta. Dan uang tersebut akan ia gunakan untuk modal pernikahan putranya 20 September 2018 mendatang. Ketika diperiksa di Polda Sumsel, Ben juga mengaku bahwa putranya akan menikah di kampung halamannya. Biaya pernikahan yang mahal merupakan yang menjadi alasan untuk nekat menjadi kurir sabu. Ben juga mengaku bahwa aksi nekatnya tersebut dilakukannya untuk pertama kali.

Seorang Ayah Rela Menjadi Kurir Sabu Demi Biaya Pernikahan Anaknya

Seorang Ayah Rela Menjadi Kurir Sabu Demi Biaya Pernikahan Anaknya

Ben menceritakan awalnya ia ditawarkan untuk menjadi kurir sabu oleh temannya. Ben ditangkap ketika baru tiba di KM 12, Palembang sambil membawa paket sabu. Ben menyimpan paket sabu yang dibungkus dengan plastik teh cina dan disimpan dalam ranselnya. Penangkapan Ben tersebut juga dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Farman. Farman juga menerangkan bahwa Ben ditahan di Polda Sumsel dan diancam penjara seumur hidup.

Farman menjelaskan bagaimana proses penangkapan Ben yang nekat menjadi kurir sabu. Awalnya ada anggota yang mendapat informasi tentang adanya pengiriman sabu yang dilakukan oleh seorang pria. Paket tersebut dibawa dari Aceh yang ingin dikirim ke Sumatera Selatan. Kemudian pada esok harinya, anggota Subdit II Ditres Narkoba melakukan pengintaian terhadap Ben. Ketika Ben hendak menaiki sebuah bus yang digunakan untuk mengantar paket sabu tersebut, para anggota langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ben.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Ben, ternyata benar saja didalam sebuah tas ranselnya, sebuah paket sabu siap dikirim yang sudah dibungkus dalam kemasan kantung teh cina. Para anggota yang melakukan pemeriksaan tersebut langsung mengamankan Ben untuk dimintai keterangan. Setelah dimintai keterangan, Ben dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman penjara seumur hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: