Seorang Anak Dibully Temannya Dan Diminta Untuk Meminum Air Seni

Seorang Anak Dibully Temannya Dan Diminta Untuk Meminum Air Seni

Seorang Anak Dibully Temannya Dan Diminta Untuk Meminum Air Seni – Seorang anak berinisial MAS yang masih berusia 8 tahun menjadi korban bully oleh temannya  yang berinisial WA (10) di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Anak tersebut menjadi korban bully yang melewati batas, yaitu diminta untuk meminum air seni temannya tersebut. Selain itu anak tersebut juga memiliki luka bakar pada bagian kakinya. Anak tersebut kini masih trauma dan sedang dalam perawatan di rumahnya di Jalan Mesjid, Sirantau, Datuk Bandar, Tanjung Balai.

Awalnya mereka sedang bermain bersama di lingkungan wilayah tempat tinggalnya. Ketika itu WA memberikan sebotol air mineral yang berisi air seni miliknya. Sebelumnya WA mengatakan bahwa botol tersebut berisi teh manis dan diberikan ke MAS. Kemudian MAS mencium air di dalam botol tersebut yang ternyata adalah air seni dari WA. Setelah mengetahui yang diminumnya adalah air seni, MAS meminta tolong pada ibunya.

Seorang Anak Dibully Temannya Dan Diminta Untuk Meminum Air Seni

Seorang Anak Dibully Temannya Dan Diminta Untuk Meminum Air Seni

Ternyata aksi WA tidak hanya sampai disitu saja. Bensin yang digenggam WA terjatuh dan tersiram ke celana hingga kaki MAS. Kemudian api pun menyambar ke kaki MAS hingga mengakibatkan luka bakar di kakinya. Kemudian MAS pun langsung dilarikan ke RSUD Tengku Mansyur untuk mendapatkan perawatan. Ibu dari korban, Uci (36) langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tanjung Balai. Setelah mengetahui kasus tersebut, Kapolres Tanjung Balai, AKBP Irfan Rifai mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut.

Irfan juga menjelaskan bahwa pihaknya masih akan menyelidiki apakah bensin yang dibawa oleh WA sengaja ditumpahkan ke MAS atau tidak. Informasi lain yang berhasil didapatkan pihak kepolisian adalah korban suka menghirup bau bensin. Irfan juga menjelaskan bahwa jika ingin diberikan bensin tersebut, pelaku meminta untuk meminum air seninya terlebih dahulu. Irfan juga menduga bahwa kemungkinan air seni tersebut sudah dicampur dengan bensin.

Irfan menjelaskan bahwa kasus tersebut tetap akan diproses meskipun pelaku dan korban masih anak-anak. Namun pihak kepolisian akan menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak dan juga akan menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak. Mengetahui kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati menilai pelaku juga bisa dikategorikan sebagai korban. Rita menilai bahwa pelaku merupakan korban salah pola asuh dari orang tua. Rita menganjurkan dari kasus tersebut dapat dijadikan evaluasi pengasuhan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: