Ratna Sarumpaet Ditahan Dan Diminta Kembalikan Dana Pemprov DKI

Ratna Sarumpaet Ditahan Dan Diminta Kembalikan Dana Pemprov DKI – Pihak kepolisian kini telah resmi menahan pelaku kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet. Penahanan ini dilakukan atas dasar pertimbangan subjektivitas dari pihak penyidik. Dalam hal tersebut, Ratna juga telah menandatangani surat penahanan tersebut. Kabar tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Seperti yang telah diketahui bahwa Ratna ditangkap ketika dirinya ingin terbang ke Chile di Bandara Soekarno Hatta. Pihak kepolisian juga sempat menggeledah isi rumah dari Ratna Sarumpaet. Setelah menggeledah isi rumah Ratna, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti seperti laptop, agenda, flasdhisk dan lain-lain. Setelah itu Ratna kembali menjalani pemeriksaan. Dan setelah menjalani proses pemeriksaan, Ratna resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Ratna Sarumpaet Ditahan Dan Diminta Kembalikan Dana Pemprov DKI

Ratna Sarumpaet Ditahan Dan Diminta Kembalikan Dana Pemprov DKI

Tidak sampai disitu saja, Ratna kini juga harus mengembalikan dana Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk menghadiri konferensi di Chile. Diketahui Ratna diberangkatkan ke Chile dengan dibiayai oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menghadiri acara Woman Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Chile. Namun akhirnya Ratna tidak jadi terbang ke Chile dikarena ia lebih dulu ditangkap sebelum pesawat yang ditumpanginya take off.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI, Muhammad Mawardi. belum dipastikan berapa jumlah dana yang harus dikembalikan oleh Ratna Sarumpaet. Namun dari perincian tiket pesawat, akomodasi dan uang saku dengan total Rp 70 juta. Mawardi mengatakan bahwa Bido Administrasi akan menghitung total dana yang harus dikembalikan oleh Ratna. Karena menurutnya, dana dari APBD harus bisa dipertanggungjawabkan.

Mawardi juga menerangkan apabila dananya sudah untuk membeli tiket pesawat, pihak airline nantinya akan mengembalikan apabial ada pembatalan. Mawardi juga menjelaskan perjalanan dinas telah diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 1066 tahun 2018 mengenai Standard Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Negeri. Di dalam aturan tersebut, telah diatur juga secara rinci untuk besaran tiket hingga uang harian yang akan diberikan.

Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian menginformasikan bahwa Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam pidana penjara maksimal 10 tahun. Ratna dijerat dengan Undang-Undang Peraturan Hukum Pidana dan a Undang-Undang ITE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: