Prabowo Dilaporkan Terkait Video Pidato Boyolali

Prabowo Dilaporkan Terkait Video Pidato Boyolali

Prabowo Dilaporkan Terkait Video Pidato Boyolali – Capres Prabowo Subianto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh warga asal Boyolali, Dakun. Laporan tersebut terkait atas pidato yang dilakukan Prabowo yang menyinggung soal hotel mewah di Jakarta dan ‘tampang Boyolali’. Informasi tersebut disampaikan oleh pengacara Dakun, Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya. Muannas menyayangkan pidato yang disampaikan oleh Prabowo dan tidak seharusnya berpidato dengan membawa kelompok masyarakat.

Muannas melanjutkan bahwa terlebih lagi pada Pilpres 2014 lalu Prabowo kalah telak di Boyolali. Perolehan suara yang didapat oleh Prabowo adalah sekitar 25 persen, sedangkan sekitar 75 persen ujtuk Jokowi. Dakun menjelaskan dalam pidato Prabowo tersebut, seolah-olah menyinggung masyarakat miskin. Padahal Dakun juga mengharapkan suasana akan tetap damai menjelang Pilpres 2019 mendatang.

Prabowo Dilaporkan Terkait Video Pidato Boyolali

Prabowo Dilaporkan Terkait Video Pidato Boyolali

Dakun yang juga mewakili warga asli Boyolali merasa tersinggung dengan pidato yang disampaikan Prabowo tersebut. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa kalau masuk hotel itu pasti diusir karena tampangnya itu tampang Boyolali. Dakun sendiri merupakan warga asli Boyolali yang merantau ke Jakarta sejak tahun 1992 lalu. Setelah melihat video tersebut dari Youtube pada siang hari, Dakun langsung melaporkan hal tersebut.

Meskipun awalnya Tim Prabowo juga telah menjelaskan bahwa video tersebut telah dipelintir dan pidato Prabowo tersebut membicarakan soal kesejahteraan rakyat. Namun Dakun tetap menegaskan bahwa pidato tersebut seharusnya tidak menyinggung hal yang sensitif. Dakun melaporkan hal tersebut bukan hanya karena hal politik saja, namun id berharap suasana yang kondusif dapat tetap terjaga.

Potongan video pidato Prabowo tersebut memang menjadi viral di media sosial dan bahkan telah menjadi kontroversi. Dalam potongan video tersebut, Prabowo membicarakan kesejahteraan rakyat yang masih belum dirasakan. Prabowo pada saat itu juga memberikan perumpamaan wajah orang Boyolali yang belum pernah masuk hotel mewah. Para pendukungnya yang juga hadir dalam pidato tersebut juga tampak tidak ada yang protes. Mereka justru tertawa dan menanggapi pidato tersebut merupakan gurauan dari Prabowo.

Namun, tidak sedikit juga yang memberikan kritik dari pidato Prabowo tersebut. Salah satunya adalah Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily. Ia menilai bahwa candaan Prabowo dalam pidatonya tersebut tidak tepat. Sedangkan dari pihak Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Faldo Maldini inti dari pernyataan dalam pidato tersebut adalah ingin memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Faldo Maldini juga menyayangkan pemotongan video tersebut sehingga makna yang ingin disampaikan Prabowo menjadi hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: