Pesawat Lion Air JT610 Jatuh Di Tanjung Karawang

Pesawat Lion Air JT610 Jatuh Di Tanjung Karawang

Pesawat Lion Air JT610 Jatuh Di Tanjung Karawang – Kecelakaan pesawat dari pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta yang menuju ke Pangkalpinang terjadi pada hari Senin 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 tersebut terjatuh di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut juga dilaporkan sempat dinyatakan hilang kontak sebelum terjatuh. Awalnya pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada sekitar pukul 06.20 WIB dengan tujuan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Diketahui jumlah penumpang yang ada dalam pesawat yang jatuh tersebut berjumlah 189 orang. Yang diantaranya adalah 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot dan 5 orang kru pesawat. Data tersebut merupakan manifes yang dikirimkan dari pihak Lion Air ke kantor Basarnas. Hingga saat ini, sudah ada total 18 kantong jenazah yang telah tiba di RS Polri. Awalnya 14 kantong jenazah tiba pada pukul 19.07 WIB, kemudian pada sekitar pukul 19.59 WIB 4 kantong jenazah lainnya tiba. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Edy Purnomo.

Pesawat Lion Air JT610 Jatuh Di Tanjung Karawang

Pesawat Lion Air JT610 Jatuh Di Tanjung Karawang

Edy memaparkan bahwa malam ini jenazah akan dimasukkan ke lemari pendingin. Pemeriksaan terhadap para jenazah tersebut akan dilakukan esok hari. Proses evakuasi korban rencananya akan dilakukan selama 24 jam tanpa henti. Pesawat Lion Air JT-610 tersebut dengan jenis Boeing 737 dan beroperasi sejak Agustus 2018. Pada sekitar pukul 06.33 WIB, pesawat tersebut hilang kontak sampai akhirnya ditemukan terjatuh ke kawasan perairan Karawang, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menduga pesawat tersebut tidak meledak ketika peristiwa terjadi. Karena dari keterangan para saksi tidak mendengar adanya suara ledakan. Ditambah lagi dengan serpihan ekor pesawat yang ditemukan Basarnas yang tidak ada bekas terbakar. Sebelum hilang kontak dan terjatuh, pesawat tersebut sempat meminta untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu.

Pada sekitar pukul 06.22 WIB, pilot pesawat sempat menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight-control ketika sedang terbang dalam ketinggian 1.700 feet dan meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkan pesawat tersebut untuk naik ke ketinggian 5.000 feet. Presdir Lion Air, Edward Sirait mengatakan sebelumnya pesawat tersebut memang dilaporkan adanya masalah teknis, namun semuanya telah dikerjakan sesuai dengan prosedur maintenance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: