Persoalan E KTP Milik Djarot Yang Membuat Heboh

Persoalan E KTP Milik Djarot Yang Membuat Heboh

Persoalan E KTP Milik Djarot Yang Membuat Heboh – Pembuatan E-KTP Medan milik calon gubernur Sumatera Utara 2018, Djarot Syaiful Hidayat sempat hebohkan publik. Pasalnya pembuatan E-KTP miliknya tersebut diterbitkan dalam waktu yang cepat hingga membuat publik heran. Mengenai pembuatan E-KTP domisili Medan tersebut, akhirnya Djarot buka suara. Djarot mengatakan bahwa pembuatan E-KTP tersebut sudah sesuai aturan.

Menurut mantan gubernur DKI Jakarta tersebut bahwa pembuatan E-KTP memang tidak memakan waktu yang lama. Djarot menambahkan bahwa sekarang ini untuk pepmbuatan E-KTP hanya menggunakan NIK tunggal dan tidak perlu mengganti NIK. Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh juga mengatakan memang untuk pembuatan E-KTP tidak memakan waktu yang lama. Jika sudah melakukan perekaman E-KTP, jadi tidak perlu lagi mengulang proses yang sama.

Persoalan E KTP Milik Djarot Yang Membuat Heboh

Persoalan E KTP Milik Djarot Yang Membuat Heboh

Djarot juga menambahkan bahwa terkait penerbitan E-KTP yang mudah dan cepat sebenarnya juga untuk membantu masyarakat. Jadi dalam melakukan proses pembuatan E-KTP tidak lagi adanya pungli seperti yang sudah dikerjakannya di Jakarta. Mengenai hebohnya E-KTP milik Djarot, Mendagri Tjahjo juga sempat angkat bicara demi meluruskan isu-isu yang beredar dan menghebohkan publik.

Tjahjo menegaskan bahwa dari hasil penelusuran dari data history Djarot dalam database kependudukan menunjukkan bahwa KTP yang dimiliki oleh Djarot merupakan KTP yang sah atau asli. Tjahjo juga menjelaskan mengenai penerbitan E-KTP untuk Djarot, termasuk proses dan waktu pengajuannya. Isu miring tersebut berawal dari fot Djaro yang sedang menunjukkan bahwa dia telah memiliki E-KTP Medan. Lalu persoalan tersebut berkembang spekulasi mengenai penerbitan E-KTP milik Djarot tersebut.

Isu tersebut juga ditambah dengan munculnya pernyataan dari pejabat daerah setempat mengenai prosedur penerbitan E-KTP. Pejabat tersebut juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah menerima pengajuan pembuatan E-KTP dari Djarot. Mengenai hal tersebut, Tjahjo juga menanggapi pernyataan dari pejabat tersebut. Tjahjo menyebutkan bahwa pernyataan dari pejabat yang bernama M. Agha Novrian, Camat Medan Polonia itu tidak tepat.

Tjahjo juga menyebutkan bahwa pejabat tersebut juga tidak memahami perkembangan pelayanan Dukcapli yang tidak lagi memerlukan surat pengantar RT/RW, lurah/kades dam Camat, kecuali untuk pengurusan dan penerbitan E-KTP untuk pertama kalinya.

About

No Comments

Leave a Comment

X
%d blogger menyukai ini: