Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga

Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga

Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga – Jenazah Dita Oepriarto, pelaku bom 3 Gereja di Surabaya rencananya akan disemayamkan di tempat pemakaman Tembok Gede, Jalan Tembok, Gang Kuburan, Tembok Dukuh. Namun para warga yang tinggal di sekitar tempat pemakaman tersebut menolak jenazah Dita untuk dimakamkan disana. Rencananya para warga dan pihak kepolisian akan menggelar rapat untuk memutuskan pemakaman Dita. Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga.

Warga Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya menjelaskan bahwa Dita adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Dodik dan Sumijati. Orangtua Dita merupakan termasuk warga lama yang menghuni di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan. Setelah Dita menikah dengan Puji Kuswati dan memiliki empat orang anak, ia bisa membeli rumah sendiri di Tembok Dukuh V No. 32. Namun setelah 5 tahun, rumah tersebut dijualnya kembali.

Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga

Penolakan Jenazah Pelaku Bom Surabaya Oleh Warga

Ketua RT 8 RW 1 Kelurahan Tembok Dukuh, Abdul Hamid membenarkan penolakan warga mengenai pemakaman Dita. tempat pemakaman yang rencananya akan digunakan untuk Dita tersebut letaknya tidak jauh dari rumah orangtuanya. Oleh karena itu, rencana Dita akan diputuskan setelah rapat antara warga dan pihak kepolisian yang akan membahas tentang pemakaman Dita tersebut. Hamid menambahkan bahwa dirinya akan menjalankan amanah dari hasil rapat warga tersebut.

Menurut sahabat Dita sejak kecil, Heri (45), Dita dulunya adalah orang yang sangat toleran terhadap agama lain, namun Dita mulai berubah semenak 10 tahun terakhir. Heri juga menambahkan bahwa Dita adalah orang yang berpendidikan dan selalu tampil rapi. Dita juga adalah orang yang suka berbisnis. Heri mengungkapkan bahwa Dita juga sempat menjadi rekan bisnis dari kakak kandung Heri. Dita menjalani bisnis jual beli jamu wanita bersama dengan istrinya.

Namun pada 2009 lalu, Dita berhenti menjalani bisnis tersebut. Heri menceritakan Dita berhenti berbisnis karena harga produknya yang semakin tinggi sehingga tidak ada untung yang didapat dari bisnis tersebut. Heri juga menceritakan bahwa 10 tahun terakhir ini, Dita menjadi orang yang tertutup. Karena Heri mengenal Dita sebelumnya adalah seseorang yang mudah bergaul. Oleh karena itulah bukan hanya keluarga saja yang terkejut, namun tetangga-tetangganya juga tidak menyangka bahwa Dita dan keluarganya akan menjadi pelaku bom di 3 Gereja di Surabaya.

About

Leave a Comment

X
%d blogger menyukai ini: