Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap – Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Pihak kepolisian menyatakan Haris Simamora merupakan pelaku tunggal yang melakukan pembunuhan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat. Pernyataan tersebut didasari dari pengakuan pelaku yang diselimuti rasa dendam dan telah beberapa hari merencanakan pembunuhan.

Pelaku bukanlah merupakan orang baru di lingkungan tempat tinggal korban. Haris juga diketahui memiliki hubungan keluarga dengan istri Daperum, Maya Ambarita. Selain itu, Haris juga pernah dipercaya untuk mengelola kontrakan yang dimiliki oleh kakak Daperum. Wahyu menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya pada sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu Daperum dan istrinya sedang tidur di ruang tengah. Haris pun langsung mengambil linggis lalu menikam dan memukulkannya ke Daperum dan istrinya.

Peristiwa tersebut membuat kedua anak Daperum terbangun dan sempat bertanya kepada Haris, “Ada apa, Om?”. Haris pun sempat meninabobokan kedua anak Daperum lalu mencekik mereka hingga tewas ketika sudah terlelap. Setelah melakukan aksinya tersebut, Haris membawa mobil milik Daperum yang bernomor polisi B 1075 UOG. Linggis yang digunakan untuk membunuh korban pun langsung segera dibuang pelaku di Kalimalang.

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap

Hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil melacak keberadaan mobil tersebut di sebuah rumah kos di Cikarang. Hingga pada hari Rabu, 14 November 2018 malam, Haris berhasil ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut. Ketika awal penangkapan, Haris sempat mengelak saat awal diinterogasi, namun Haris akhirnya mengakui perbuatannya dan ditetapkan sebagai tersangka. Wahyu mengungkapkan pembunuhan tersebut dikarenakan Haris seringkali dihina tidak berguna oleh Daperum.

Menurut pengakuan Haris, hinaan tersebut sangatlah sering dilontarkan sehingga membuat dirinya sakit hati dan terhina. Sosiolog Kriminalitas UGM, Suprapto mengawal pandangannya tentang kondisi kejiwaan Haris. Menurut Suprapto, jika benar bahwa motifnya adalah karena dendam, memang sangat mungkin ketika seseorang dihina akan membuatnya ingin membalas dendam. Suprapto pun menduga bahwa Haris belum bisa mengendalikan dirinya dengan baik.

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Keluarga Di Bekasi Setelah Ditangkap

Sikap Haris yang tidak dewasa membuatnya tidak bisa menerima kritikan sehingga membuatnya menjadi rasa dendam. Pola komunikasi yang kurang baik dari korban dan kurang dewasanya korban tersebutlah yang menyebabkan terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut. Suprapto juga menilai Haris tega menghabisi kedua anak Daperum tersebut karena sudah kehilangan akal sehat. Karena jika kedua anak korban tidak dibunuh, maka akan mempermudah pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Polda Metro Jaya juga telah menurunkan tim penyelam untuk mencari linggis yang dibuang pelaku di Kalimalang. Haris akan dikenakan Pasal 365 ayat 3, Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: