Pemerintah Ijinkan Korban Gempa Palu Menjarah Barang Di Minimarket

Pemerintah Ijinkan Korban Gempa Palu Menjarah Barang Di Minimarket – Sulitnya akses dalam mengirimkan bantuan kepada korban gempa tsunami di Palu membuat pemerintah Indonesia memberikan kebijakan. Kebijakan yang diambil pemerintah adalah dengan mengijinkan korban gempa tsunami di Palu untuk mengambil barang di beberapa minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. Barang-barang tersebut nantinya akan dibayar oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Kebijakan tersebut terpaksa diambil lantaran sulitnya korban untuk mendapatkan makanan. Bantuan pun masih sulit mendapatkan akses untuk sampai kepada para korban. Tjahjo juga telah memberikan kontak yang akan bertanggung jawab kepada pihak manajemen Alfamart dan Indomaret. Hal tersebut juga disampaikan oleh Menko Polhukam Wiranto. Keputusan ini diambil ketika terjadi penjarahan di berbagai lokasi setelah gempa mengguncang Palu dan sekitarnya.

Pemerintah Ijinkan Korban Gempa Palu Menjarah Barang Di Minimarket

Pemerintah Ijinkan Korban Gempa Palu Menjarah Barang Di Minimarket

Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) menyayangkan kebijakan pemerintah yang mengijinkan korban untuk mengambil barang di beberapa toko ritel di Palu dan Donggala. Menurut mereka, kebijakan tersebut dilakukan tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik usaha. Bahkan Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey menilai keputusan tersebut sangat tidak mendidik masyarakat. Pemerintah seolah-olah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertindak diluar tata krama, moral dan etika.

Roy menambahkan, dampak dari gempa di Palu dan Donggala menimbulkan kerugian matriil dan non materiil yang sangat besar. Dari catatan Aprindo, kerugian dari anggotanya ditaksir mencapai Rp 450 miliar. Kerugian tersebut berasal dari pemilik gerai seperti, Ramayana, Matahari, Alfamidi, Hypermart dan lain-lain. Kerugian juga meliputi kerusakan bangunan, barang dagangan, stok barang di gudang dan beberapa korban jiwa dari para penjaga toko akibat gempa tsunami tersebut.

Kapuspen Kemendagri Bachtiar menegaskan bahwa keputusan tersebut dibuat bukan untuk semua minimarket. Keputusan yang dibuat Tjahjo dimaksudkan toko-toko tertentu yang dikunjunginya. Jadi, keputusan tersebut dibuat tidak untuk semua minimarket yang ada di Palu dan Donggala. Keputusan tersebut diambil karena kondisi dalam keadaan darurat, listrik mati dan bantuan baru masuk pada malam hari dari daerah lain. Dalam kesempatan itu juga, Tjahjo ikut membelikan makanan dari toko untuk diberikan kepada para korban gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: