Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih Remaja

Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih Remaja

Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih Remaja – Pada hari Kamis 7 Juni 2018 dinihari lalu telah terjadi peristiwa pembacokan yang menewaskan Dwi Ramadhani Herlangga (26). Peristiwa tersebut terjadi di lokasi Jalan C Simanjuntak Yogyakarta sekitar pukul 02.30 WIB. Sebelum peristiwa terjadi, saat itu Dwi Ramadhani sedang dalam perjalanan pulang setelah membagi-bagikan sahur kepada warga yang kurang mampu.

Akibat peristiwa pembacokan tersebut, Dwi Ramadhani sempat dibawa ke rumah sakit Sardjito, namun Dwi akhirnya tewas setelah mengalami pendarahan hebat. Setelah mendapatkan informasi dari peristiwa tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Namun setelah melakukan penelusuran lebih dalam terkait peristiwa tersebut, akhirnya para pelaku berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih Remaja

Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih Remaja

Ada dua orang pelaku yang berhasil ditangkap, yang satu berinisial MWD (16) warga Blunyah Rejo RT 22/RW 06, Karang Waru, Tegalrejo Yogyakarta. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial AYT (19) yang merupakan warga Badran RT 43/RW 10 Bunijo, Jetis, Yogyakarta. Selain kedua pelaku, pihak kepolisian juga menyita sebuah motor matic dan empat buah senjata tajam, satu diantaranya merupakan senjata yang digunakan untuk melukai Dwi Ramadhani hingga tewas.

Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini mengungkapkan motif dari pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang remaja tersebut. Armaini menginformasikan bahwa salah seorang pelaku pernah diserang oleh orang yang tak dikenal. Korban diduga pelaku pernah melakukan penyerangan terhadap salah seorang pelaku. Setelah itu korban kemudian dikejar dari belakang dan tanpa bertanya dahulu langsung dilukai dengan senjata tajam dari belakang.

Korban Dwi Ramadhani dalam keadaan terluka parah sempat dibawa ke rumah sakit Dr Sardjito, namun luka bacok yang dialaminya telah menembus paru-paru dan tidak tertolong. Armaini juga mengatakan bahwa pelaku akan diancam penjara maksimal 15 tahun. Pelaku MWD akan dikenakan pasal 351 ayat 3 jo pasal 56 KUHP karena telah terbukti membantu melakukan penganiayaan. Sedangkan AYT akan dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Selain beberapa senjata tajam yang disita untuk dijadikan sebagai barang bukti, ada juga satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AB 2411 WI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: