Motif Pelaku Bom Tiga Gereja Di Surabaya

Motif Pelaku Bom Tiga Gereja Di Surabaya – Para pelaku peledakan bom 3 Gereja di Surabaya merupakan kelompok dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAT). Motif dari pelaku adalah dimulai dari terpojoknya ISIS di Suriah hingga kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tito juga menambahkan bahwa sejumlah aksi dipicu karena beberapa pimpinan kelompok mereka yang telah berhasil ditangkap oleh tim Densus 88. Aman Abdurrahman yang masih ditahan di Mako Brimob. Ia terlibat dalam kasus pelatihan militer di Aceh dan ia juga salah satu dalang pada peristiwa Bom di Thamrin. Setelah Aman Abdurrahman, ada lagi pimpinan kelompok mereka yang lain, Zainal Anshori. Ia adalah pimpinan JAD Jatim dan ia ditangkap karena keterkaitannya dengan kasus penyelundupan senjata ke Filipina.

Motif Pelaku Bom Tiga Gereja Di Surabaya

Motif Pelaku Bom Tiga Gereja Di Surabaya

Penangkapan pemimpin mereka tersebutlah yang membuat mereka untuk melakukan aksi balas dendam. Kapolri juga menambahkan aksi pembalasan tersebut dengan membuat kerusuhan di Mako Brimob yang telah terjadi beberapa waktu lalu. Aksi pembalasan tersebut terjadi hingga aksi teror bom yang baru saja terjadi di beberapa Gereja di Surabaya. Kapolri juga menyebutkan bahwa aksi tersebut terjadi karena adanya perintah dari ISIS ke semua jaringannya untuk melakukan serangan.

Kapolri juga menginformasikan bahwa JAD dan JAT merupakan afiliasi dari ISIS. Namun ISIS kini sudah dalam keadaan tertekan baik dari Amerika dan beberapa negara lainnya. Sehingga ISIS memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan serangan, seperti yang sedang terjadi di London, Inggris adanya aksi teror yang menggunakan pisau. Sebelumnya, Kapolri mengunjung 3 Gereja yang telah terjadi ledakan bom di Surabaya.

Seperti yang telah diketahui, ledakan di 3 Gereja di Surabaya tersebut telah memakan puluhan korban. Dua diantaranya adalah anggota kepolisian yang sedang bertugas di lokasi kejadian ledakan bom. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera meminta kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sumbernya ke semua media sosial. Hingga saat ini, pihak kepolisian menutup akses jalan yang menuju ke lokasi kejadian ledakan bom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: