Ledakan Bom Gereja Di Surabaya Tewaskan 11 Orang

Ledakan Bom Gereja Di Surabaya Tewaskan 11 Orang

Ledakan Bom Gereja Di Surabaya Tewaskan 11 Orang – Dikabarkan ada 3 gereja di Surabaya terjadi ledakan bom pada hari Minggu 13 Mei 2018. Tiga gereja tersebut adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan. Pelaku pembawa bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dikabarkan tewas ditempat. Dan di gereja tersebut juga ada seorang anak yang tewas.

Menurut saksi mata yang melihat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela tersebut menceritakan bahwa ada dua orang yang masuk ke gereja dengan membawa tas ransel. Seketika itu juga kedua orang tersebut meledak dan mengenai satpam dan polisi yang sedang berjaga. Sedangkan saksi lainnya juga mengatakan ledakan tersebut dirasakan seperti gempa bumi. Dan dari ledakan tersebut, dapat tercium bau-bau kimia.

Ledakan Bom Gereja Di Surabaya Tewaskan 11 Orang

Ledakan Bom Gereja Di Surabaya Tewaskan 11 Orang

Sedangkan ledakan yang terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) terdengar hingga dua kali. Gereja yang terletak di Jalan Arjuna, Surabaya terjadi ledakan dari sebuah mobil. Informasi tersebut didapat dari seorang saksi yang sempat melihat kejadian tersebut. Akibat dari ledakan yang terjadi itu, setidaknya ada 5 mobil dan 30 motor yang terbakar. Selain itu, Gegana yang melakukan penyisiran sempat menemui satu bom lagi yang kemudian diledakkan oleh tim Gegana.

Ledakan yang terjadi selanjutnya adalah di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya. Saksi yang melihat peristiwa tersebut menyebutkan bahwa sebelum terjadi ledakan, ia melihat ada seorang perempuan dengan membawa dua orang anak. Petugas security dari Gereja tersebut sempat menghalang-halangin perempuan tersebut untuk masuk ke dalam. Perempuan tersebut tetap berusaha untuk masuk ke dalam dan tiba-tiba saja perempuan tersebut langsung memeluk petugas security tersebut. Dan seketika itu juga ledakan terjadi sekitar pukul 07.45 WIB.

Dari informasi yang didapat, pihak kepolisian menyatakan ada 11 orang yang tewas karena ledakan tersebut. Peristiwa tersebut juga membuat 41 orang korban luka, dua diantaranya adalah anggota polisi. Semua korban luka tersebut saat ini sedang melakukan perawatan di rumah sakit. Kedua polisi tersebut bernama Aiptu Junaedi dan Aiptu Ahmad Nur Hadi dan saat ini mereka sedang dirawat di RSU dr Soetomo. Informasi tersebut dikabarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: