Korban Meninggal Gempa Dan Tsunami Di Palu Menjadi 405 Orang

Korban Meninggal Gempa Dan Tsunami Di Palu Menjadi 405 Orang

Korban Meninggal Gempa Dan Tsunami Di Palu Menjadi 405 Orang – Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu memberikan keterangan jumlah korban meninggal yang telah di data di beberapa rumah sakit mencapai 405 orang, sedangkan ada 150 orang yang mengalami luka-luka akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu. Data tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi bersama dengan Mendagri dan BPBD Sulteng.

Sejumlah pejabat juga melakukan tinjauan langsung ke Palu, diantaranya ada Menhub, Panglima TNI, Menkominfo, Menteri Sosial, Wakapolri. Saat ini kondisi listrik masih mati total dan sambungan telepon hanya berfungsi di beberapa lokasi saja. Selain itu juga banyak gedung instansi dan lembaga yang mengalami rusak parah. Sementara itu, akses yang menuju ke Palu sangat terbatas. Bandara Palu dibuka hanya untuk kepentingan penanganan bencana saja.

Korban Meninggal Gempa Dan Tsunami Di Palu Menjadi 405 Orang

Korban Meninggal Gempa Dan Tsunami Di Palu Menjadi 405 Orang

Dalam rapat koordinasi di Palu, Menko Polhukam Wirnato meminta agar korban meninggal bisa dimakamkan dengan layak. Pemakaman korban dilakukan setelah diketahui identitasnya melalui DVI, face recognition dan melalui sidik jari. Pencarian korban yang tetindih puing bangunan yang hancur akibat gempa dan tsunami masih terus dilakukan. Bantuan kemanusiaan untuk korban akan dibelanjakan di Makassar dan akan diangkut dengan pesawat Hercules menuju ke Palu.

Kementerian Sosial akan segera membangun Dapur Umum di 10 titik lokasi pengungsian. Sedangkan Kementerian Kominfo juga sudah diminta agar mempercepat pemulihan jalur komunikasi di Sulawesi Tengah. Tim SAR yang hingga saat ini masih melakukan evakuasi terhadap para korban mengaku merasa kesulitan. Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi menerangkan bahwa masih ada sekitar 50-60 orang yang terjebak reruntuhan bangunan di Hotel Roa Roa.

Bahkan Syaugi mengaku mendengar teriakan minta tolong dari korban yang terjebak itu. Syaugi mengaku masih belum bisa mengevakuasi para korban dikarenakan kurangnya alat berat untuk mengangkat reruntuhan yang besar. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan hal serupa. Ia menyebutkan bahwa masih banyak korban gempa yang masih belum dievakuasi.

Namun Syaugi mengungkapkan bahwa tim SAR dari berbagai daerah telah dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi di Palu, Donggala dan sekitarnya. Tim SAR yang dikerahkan antara lain dari Balikpapan, Kendari, Banjarmasin, dan dari sejumlah wilayah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: