Kisah Viral Seorang Pria Tega Aniaya Anak Karena Istrinya Selingkuh

Kisah Viral Seorang Pria Tega Aniaya Anak Karena Istrinya Selingkuh

Kisah Viral Seorang Pria Tega Aniaya Anak Karena Istrinya Selingkuh – Sosial media kini sedang heboh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang tega menganiaya dan mengancam akan membunuh anaknya. Menurut informasi yang beredar, penganiayaan tersebut dilakukan lantaran istri atau ibu dari anak tersebut dicurgai telah selingkuh. Dalam video tersebut memperlihatkan pria tersebut memukuli secara berulang kali terhadap anaknya.

Pria tersebut juga sempat menarik kepala anaknya yang sambil menangis ke depan kamera handphone. Pria tersebut juga sempat mencekik dan memukuli sambil memaksa anak tersebut untuk memanggil ibunya. Anaknya tersebut hanya bisa menangis dan pasrah menuruti ayahnya tersebut. Anak tersebut pun memanggil ibunya sambil terbata-bata. Video tersebut sengaja direkam oleh pria tersebut dan akan dikirim ke istrinya.

Kisah Viral Seorang Pria Tega Aniaya Anak Karena Istrinya Selingkuh

Kisah Viral Seorang Pria Tega Aniaya Anak Karena Istrinya Selingkuh

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata peristiwa tersebut terjadi di Desa langke, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara pada hari Jum’at 31 Agustus 2018 sekitar pukul 18.43 WITA. Hal tersebut juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenheart. Harry juga menyampaikan bahwa Ibu dari anak tersebut, Tri Wulan Damayanti telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian.

Ibu korban melaporkan suaminya, Rahman atau La Saleh setelah menerima kiriman video tersebut melalui aplikasi chat Whatsapp. Harry mengungkapkan bahwa dalam video tersebut juga menggunakan bahasa kasar dan kata-kata yang mengancam terhadap anaknya sendiri yang juga menjadi korban, OR. Peristiwa tersebutlah yang membuat Ibu korban tidak terima dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Setelah dilaporkan Ibu korban, pihak kepolisian langsung bergerak untuk menangkap pelaku, Rahman. Selain itu pihak kepolisian juga berhasil menyita video rekaman penganiayaan tersebut dan pinset yang digunakan untuk mengancam korban. Pelaku akan dijerat Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman penjara selama 5 tahun. Laporan peristiwa tersebut tercatat dengan nomor LP/73/IX/2018/SULTRA/RESMUNA?SPK SEK KALISUSU, tertanggal 1 September 2018.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam kasus penganiayaan tersebut. KPAI juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut secara tuntas kasus penganiayaan yang terekam dalam video tersebut. KPAI juga menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Karena KPAI berkomitmen akan memberikan perlindungan terhadap anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPAI, Susanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: