Kasus Pemkab Batola Yang Melakukan Penganiayaan

Kasus Pemkab Batola Yang Melakukan Penganiayaan

Kasus Pemkab Batola Yang Melakukan Penganiayaan – Seorang penjaga kubah Abdussamad yang bernama H Nuri Al Banjari atau H Jainuri (58) menjadi korban penganiayaan oleh Kabag Humas Pemkab Batola, Hery Sasmita. Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian Batola. Hal tersebut juga disampaikan oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Batola, Johan Arifin pada hari Jum’at 20 Juli 2018. Kasus tersebut dilaporkan oleh korban sendiri, H Nuri Al Banjari atau H Jainuri.

Johan mengatakan bahwa Inspektorat Kabupaten Batola akan bertindak jika Hery Sasmita tidak masuk kerja atau terkait pelanggaran kedisiplinan pegawai. Johan menambahkan bahwa untuk kasus ini biarlah pihak dari Polres Batola yang menanganinya. Johan juga menyampaikan bahwa untuk kasus ini, pihaknya tidak bisa campur tangan. Namun jika Hery Sasmita ditahan dan resmi menjadi tersangka hingga dijatuhi hukuman, maka tim penjatuhan hukuman disiplin pegawai akan bertindak.

Kasus Pemkab Batola Yang Melakukan Penganiayaan

Kasus Pemkab Batola Yang Melakukan Penganiayaan

H Nuri melapor ke Polres Batola diterima oleh Bripda Redwan dengan surat laporan nomor STTLP/15/VII/2018/SPKT/ Tertanggal 19 Juli 2018. Setelah mengetahui adanya kasus tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batola akhirnya buka suara. Kepala BKD Kabupaten Batola, Hardian menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Hery Sasmita. Diketahui Hery merupakan seorang PNS dan pejabat, seharusnya dia memberikan contoh yang baik.

Hardian juga menuturkan bahwa kasus pemukulan yang dilakukan oleh Hery tersebut akan dibahas ke rapat tim kepegawaian. Yang unsurnya terdiri dari Sekretaris Daerah, Ketua Inspektorat, dan Kepala BKD. Sedangkan Wakil Bupati Batola, Rahmadian Noor mengaku bahwa ia terkejut setelah mendengar aksi yang dilakukan oleh Hery Sasmita. Rahmadian mengharapkan permasalahan yang dihadapi oleh Hary dan H Nuri Banjari dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan.

Rahmadian juga mengatakan bahwa seharunya Hery tidak melakukan pemukulan tersebut. Menurut Rahmadian, Hary telah melakukan kesalahan dengan memukul korban hingga berdarah. Dan sudah sepantasnya bahwa Hery harus meminta maaf kepada korban dan juga keluarganya. Kapolres Batola AKBP, Mugi Sekar Jaya langsung mengkonfirmasi dan akan diselidiki ke Mapolres setempat. Menurut kabar, awalnya korban yang sedang membersihkan kubah, lalu Hery masuk ke kubah tersebut. Lantas korban menegur Hery untuk melepas sepatu.

Seketika itu juga Hery menjadi tidak senang atas teguran korban dan langsung melakukan penganiayaan tersebut. Anak korban yang juga sedang berada di lokasi berusaha untuk melerai, namun Hery malah menambah pukulan kepada korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: