Juru Parkir Jadi Korban Salah Tembak Polisi Palembang

Juru Parkir Jadi Korban Salah Tembak Polisi Palembang

Juru Parkir Jadi Korban Salah Tembak Polisi Palembang – Ariansyah Saleh (24), seorang tukang parkir di Palembang, Sumatera Selatan menjadi korban salah sasaran penembakan seorang aparat kepolisian. Pria yang biasa disapa Rian ini langsung tewas seketika di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut juga dibenarkan oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain. Ia juga telah meminta Propam untuk segera memeriksa anggota polisi yang diketahui anggota Polsek Pamulutan di Polres Ogan Ilir.

Jenazah Rian juga sempat dibawa ke RS Bhayangkara dan terlihat juga anggota keluarga yang ikut mengantar. Meski demikian para anggota keluarga tidak ada yang meu memberikan komentar mengenai peristiwa tersebut. Zulkarnaen secara pribadi juga telah meminta maaf atas anggotanya yang telah melakukan kesalahan. Awalnya anggota polisi tersebut menggerebek pelaku pembunuhan dan langsung mengejar pelaku.

Menurut Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan bahwa Rian ditemukan tewas di lorong Kenduran, 7 Ulu Palembang. Ketika ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dan dengan luka tembak di bagian lehernya. Pihak penyidik Polresta Palembang dan Propam masih akan melakukan penyelidikan untuk memastikan. Korban rencananya akan dimakamkan di TPU Nagasewidak, seberang Ulu 1 Palembang.

Juru Parkir Jadi Korban Salah Tembak Polisi Palembang

Juru Parkir Jadi Korban Salah Tembak Polisi Palembang

Zulkarnaen menyayangkan adanya peristiwa dari anggotanya yang melakukan penembakan yang salah sasaran. Selain itu, Zulkarnaen juga menyesalkan anggotanya yang juga menelantarkan setelah peristiwa tersebut terjadi. Dari laporan yang diterima Zulkarnaen, polisi tersebut langsung meninggalkan lokasi meski diketahuinya ada korban yang tertembak. Korban akhirnya ditemukan oleh warga dan langsung dilaporkan ke Polresta Palembang.

Menurut Zulkarnaen, seharusnya jika melihat ada korban, seharusnya langsung di bawa ke rumah sakit. Selain itu, Zulkarnaen juga menyayangkan tidak adanya koordinasi dalam upaya penangkapan pelaku. Dan hal yang dilakukannya tersebut sudah menyalahi prosedur dari pihak kepolisian. Sharusnya ketika sedang melakukan aksi penangkapan, harus ada polisi setempat yang mendampingi atau paling tidak mengetahui adanya hal tersebut.

Kapolsek Pemulutan terancam akan dikenakan sanksi tegas karena telah melanggar mekanisme proses penangkapan. Zulkarnaen kembali menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika beberapa anggota yang dipimpin Kapolsek Pemulutan yang sedang berusaha menangkap pelaku pembunuhan. Ketika dilakukan penggerebekan di rumah biliar yang berlokasi di Kelurahan 7 Ulu Palembang. Saat itu ketika dilakukan penggerebekan, anggota memberikan tembakan peringatan dan membuat warga berhamburan keluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: