Isi Dari Blackbox Lion Air JT610 Yang Berhasil Ditemukan

Isi Dari Blackbox Lion Air JT610 Yang Berhasil Ditemukan

Isi Dari Blackbox Lion Air JT610 Yang Berhasil Ditemukan – Penyelam Batalyon Intai Amfibi TNI AL berhasil menemukan salah satu bagian dari blackbox pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610. Salah satu bagian dari blackbox yang berhasil ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR). Menurut Investigator KNKT, Bambang Irawan memang blackbox memiliki dua bagian, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Bamabang juga menjelaskan bahwa FDR yang berhasil ditemukan tersebut merupakan data-data penerbangan. Alat tersebut memiliki fungsi untuk merekam data teknis pesawat, seperti ketinggian, kecepatan, putaran, mesin, radar, auto pilot dan lain-lain. Ada sekitar 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang yang direkam dalam blackbox tersebut. Bambang kembali menjelaskan bahwa FDR memiliki rekaman hingga 30 jam. Jadi setelah 30 jam, data akan terhapus secara otomatis.

Isi Dari Blackbox Lion Air JT610 Yang Berhasil Ditemukan

Isi Dari Blackbox Lion Air JT610 Yang Berhasil Ditemukan

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih akan mencari bagian lain dari blackbos pesawat, yakni CVR. Pencarian CVR tersebut awalnya dipusatkan di kawasan penemuan FDR sebelumnya. Namun sinyal CVR tidak terdeteksi hingga akhirnya untuk melakukan pencarian di titik yang lain. Selain menemukan FDR blackbox, tim SAR juga berhasil menemukan puing besar yang diduga adalah bagian dari pesawat. Namun puing tersebut belum bisa diangkat karena memerlukan alat khusus.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) rencananya akan mendownload FDR yang berhasil ditemukan tersebut. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa proses mendownload akan membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu. Soerjanto juga berharap dengan berhasil ditemukannya FDR tersebut akan menguak misteri dari kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Hingga hari Tim DVI Mabes Polri masih belum ada tambahan jenazah yang berhasil diidentifikasi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada data sidik jari maupun struktur gigi dari jenazah yang diidentifikasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer. Lisda menyampaikan meskipun merasa kesulitan dalam melakukan identifikasi, namun bukanlah sebuah hambatan. Lisda menyampaikan bahwa Tim DVI akan menggunakan identifikasi menggunakan DNA jenazah dengan keluarga korban. Namun menurut Lisda, proses tersebut akan memerlukan waktu sekitar 4-8 hari setelah melakukan proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: