Gugurnya Penyelam Tim SAR Saat Evakuasi Lion Air

Gugurnya Penyelam Tim SAR Saat Evakuasi Lion Air – Salah satu anggota penyelam dari Tim SAR, Syahrul Anto (41) gugur ketika proses evakuasi pesawat Lion Air yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya Syahrul juga sempat mengalami pingsan dan juga sempat sadar dari pingsannya. Namun ketika di rumah sakit, ia justru meninggal dunia. Kabar tersebut disampaikan Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi melalui jumpa pers di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Sabtu, 3 November 2018).

Dalam jumpa pers tersebut, Syaugi juga menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan, Syahrul Anto. Syaugi juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap salah satu personil penyelam Indonesia tersebut. Menurut Syaugi, Syahrul merupakan sosok yang selalu terlibat bersama Basarnas dalam operasi SAR. Syahrul juga disebutkan merupakan personil yang memiliki kualitas yang tinggi, militan, senior dan memiliki jam selam yang cukup tinggi.

Gugurnya Penyelam Tim SAR Saat Evakuasi Lion Air

Gugurnya Penyelam Tim SAR Saat Evakuasi Lion Air

Diketahui sebelumnya Syahrul yang menyelam ke dasar laut bersama rekannya untk melakukan evakuasi terhadap korban dan puing pesawat. Namun ketika Syahrul menyelam, ia kemudian mulai pingsan dan tak sadarkan diri. Dua penyelam lain sempat mencari keberadaan Syahrul, namun ternyata ia sudah diatas. Syahrul juga sempat ditangani oleh tim dokter dan dengan peralatan yang dimiliki. Pada malam hari, Syahrul segera dibawa ke RS Koja, Jakarta Utara. Tidak lama setelah dibawa ke rumah sakit, Syahrul pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Syaugi menerangkan bahwa jenazah Syahrul telah diserahkan kepada pihak keluarga di Surabaya. Pada saat pemakaman, isak tangis dari keluarga dan rekan-rekan Syahrul pun turut mengantar ke peristirahatan terakhirnya. Syaugi juga sempat menyampaikan rasa apresiasi terhadap para relawan-relawan yang turut membantu proses evakuasi. Para relawan tersebut juga melakukan tugas kemanusiaan dengan bersemangat dan tanpa diminta.

Jenazah Syahrul diberangkatkan dari rumah duka Jalan Bendul Merisi Utara Nomor 25, Surabaya, Jawa Timur. Setelah itu barulah dibawa ke masjid Jama Makkah untuk disalatkan dan langsung dibawa ke tempat pemakaman. Para keluarga dan kerabat-kerabat Syahrul juga terlihat mengantar kepergian jenazah ke tempat pemakaman. Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo mengatakan bahwa Syahrul juga merupakan salah satu orang yang paling lama melakukan proses evakuasi. Dan Syahrul juga dikenal sebagai Diver yang paling banyak evakuasi jenazah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: