Dua Perempuan Diduga Terkait Teroris Di Mako Brimob

Dua Perempuan Diduga Terkait Teroris Di Mako Brimob

Dua Perempuan Diduga Terkait Teroris Di Mako Brimob – Dua perempuan berinisial SNA dan DSM ditangkap karena diduga melakukan penyerangan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pihak kepolisian langsung membawa dan melakukan pemeriksaan serta mengambil data dari handphone yang disita dari kedua perempuan tersebut. Rencana penyerangan dari kedua perempuan tersebut terjadi setelah insiden kerusuhan dan penyanderaan di mako Brimob.

Hal tersebut diinformasikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M. Iqbal pada Sabtu 12 Mei 2018. Iqbal juga mengatakan bahwa pihak kepolisian masih memeriksa data-data yang didapat dari handphone mereka. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tentang ada atau tidaknya keterkaitan mereka dengan aksi teroris di Mako Brimob. Selain handphone, polisi juga menyita satu buah gunting yang dipakai mereka untuk melakukan penyerangan. Kedua perempuan tersebut diduga ingin melakukan penyerangan terhadap anggota Brimob yang sedang berjada di kawasan Mako Brimob

Dua Perempuan Diduga Terkait Teroris Di Mako Brimob

Dua Perempuan Diduga Terkait Teroris Di Mako Brimob

Sebelum penangkapan kedua perempuan tersebut, polisi juga telah menangkap empat orang pada Kamis 10 Mei 2018 dini hari lalu. Keempat orang tersebut diduga merupakan anggota JAD di Tambun< Bekasi. Keempat orang yang berinisial RA, AM, JG dan HG diduga ingin ke Mako Brimob untuk membantu para teroris. Salah satu dari keempat orang tersebut yang berinisial RA meninggal dunia. RA meninggal dunia setelah melakukan perawatan setelah sebelumnya ditembak polisi karena berusaha melawan dan merebut senjata dari petugas kepolisian.

Dan seperti yang kita ketahui juga, selain itu ada juga peristiwa penusukan terhadap Bripka Marhum Frence di kawasan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pelaku penusukan tersebut bernama Tendi Sumarno (23) akhirnya ditembak mati oleh petugas kepolisian karena berusaha untuk melawan petugas. Awalnya Tendi terlihat mencurigakan di area Mako Brimob, lalu Bripka Frence dan dibantu kedua rekannya membawa Tendi untuk dilakukan pemeriksaan.

Ketika hendak dibawa ke kantor Mako Brimob, Tendi mengeluarkan pisau yang disembunyikannya dan menusuk Bripka Frence. Diduga kuat pisau yang digunakan Tendi tersebut sudah dioleskan racun. Karena luka yang dialami Bripka Frence hanya berupa luka sayatan. Untuk hal ini, tim forensik masih meneliti dan sampai sekarang masih belum ada informasi lagi. Hal tersebut juga disampaikan dan diinformasikan oleh M. Iqbal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: