Bus Pariwisata Masuk Jurang Jalur Cikidang Tewaskan Puluhan Korban

Bus Pariwisata Masuk Jurang Jalur Cikidang Tewaskan Puluhan Korban

Bus Pariwisata Masuk Jurang Jalur Cikidang Tewaskan Puluhan Korban – Jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu memakan korban 2 buah bus pariwisata dalam waktu kurang dari 24 jam. Kecelakaan yang pertama dialami Bus Lemhanas pada Jum’at 7 September 2018 malam. Bus tersebut mengangkut penumpang yang berprofesi sebagai guru dan satu orang meninggal dalam peristiwa tersebut. Sedangkan yang kedua merupakan bus pariwisata Jakarta Wisata Transport yang mengangkut karyawan dari PT. Catur Putera Group (CGP) Bogor.

Jalur alternatif yang dilewati kedua bus tersebut memang merupakan jalur yang selalu digunakan oleh kendaraan dari Jakarta dan Bogor yang ingin menuju ke Palabuhanratu. Jalur tersebut memang terkenal jarang dilalui kendaraan lain dan dapat mempersingkat waktu. Namun Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Galih Bayu menjelaskan bahwa jalur Cikidang bukan diperuntukkan begi kendaraan-kendaraan yang berukuran besar. Namun masih banyak kendaraan-kendaraan seperti bus dan truk yang tetap melintas meski sudah dilarang.

Bus Pariwisata Masuk Jurang Jalur Cikidang Tewaskan Puluhan Korban

Bus Pariwisata Masuk Jurang Jalur Cikidang Tewaskan Puluhan Korban

Galih juga menerangkan jalur Cikidang memang jalur yang berbahaya bagi pengemudi yang belum terbiasa melewati jalur tersebut. Galih juga selalu mengimbau kepada kendaraan yang melintas untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melintas. Dari informasi yang diperoleh, kecelakaan bus tersebut membuat 21 orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal tersebut kini sudah berada di kamar jenazah RSUD Palabuhanratu. Sedangkan korban yang mengalami luka sedang mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit.

Dari kesaksian salah satu korban yang mengalami luka, Pendi (36) mengatakan sebelumnya rem bus yang mereka tumpangi sempat tidak berfungsi dengan baik (rem blong). Setelah itu, bus tersebut langsuhg terjun ke dalam jurang yang memiliki kedalaman sekitar 25 meter. Pendi mengalami patah pada tangan kanannya. Selain itu, Pendi juga mengatakan bahwa dirinya juga mengalami luka pada organ dalam tubuhnya.

Posisi dudk Pendi yang dekat sopir membuatnya dapat melihat dengan jelas ketika sopir beberapa kali menginjak rem, namun tidak berfungsi. Seketika itu juga, penumpang bus tersebut berteriak karena panik. Pendi juga mengatakan bahwa ketika bus tersebut menghantam ke dasar jurang, tubuh Pendi tertindih tubuh penumpang lainnya. Berkat kecelakaan bus tersebut, banyak para warga yang berdatangan ke sekitar lokasi kejadian untuk melihat secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: