31 Kali Gempa Susulan Terjadi Setelah Tsunami Di Palu

31 Kali Gempa Susulan Terjadi Setelah Tsunami Di Palu

31 Kali Gempa Susulan Terjadi Setelah Tsunami Di Palu – Hingga pukul 22.00 Wita tadi (Jum’at 28 September 2018), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat 31 kali gempa susulan yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa gempa susulan tersebut terjadi dengan kekuatan magnitudo dari yang terkecil 2,9 hingga yang paling besar 6,3.

Sebelumnya diberitakan bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 telah mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah. BMKG mengungkapkan gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar geser Palu-Koro. Gempa tersebut juga mengakibatkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian sampai 1,5 meter. Warga sekitar memberi keterangan bahwa gempa susulan tersebut terasa setiap lima menit.

31 Kali Gempa Susulan Terjadi Setelah Tsunami Di Palu

31 Kali Gempa Susulan Terjadi Setelah Tsunami Di Palu

Salah seorang warga juga mengatakan bahwa ia bersama dengan warga yang lain masih berkumpul di jalan. Hal tersebut dikarenakan hampir sebagian besar rumah mereka telah roboh. Sedangkan masih ada juga warga yang rumahnya masih utuh namun enggan untuk pulang karena trauma dan takut gempa susulan masih akan terjadi. Menurut warga, tidak ada tempat yang aman selain berkumpul di jalan.

Selain itu juga, warga juga tidak bisa berbuat banyak karena jaringan listrik yang masih padam dan jaringan komunikasi yang terganggu. Sedangkan masih ada beberapa warga masih ada yang berusaha untuk mengevakuasi warga lainnya. Meskipun mereka mengalami kesulitan karena tidak ada pencahayaan. Akibat gempa itu juga, sejumlah warga mengalami luka-luka. Sementara itu, jaringan komunikasi dan jalur penerbangan di Palu juga masih lumpuh.

Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo Power AS mengungkapkan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah ditutup sampai 29 September 2018. Meski demikian, seluruh penerbangan dari Gorontalo ke Palu hari ini sudah selesai sebelum gempa terjadi. Jumlah korban masih belum bisa dipastikan karena BNPB masih terus melakukan pendataan. Para korban gempa dirawat di luar rumah sakit Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Selain melakukan pendataan terhadap korban gempa, pihak BNPB juga masih akan melakukan pendataan terhadap bangunan dan rumah warga yang hancur. Pihak BNPB mengaku merasa kesulitan dalam melakukan proses pendataan dan penanganan akibat gempa dan tsunami tersebut. Hal tersebut langsung disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
%d blogger menyukai ini: